AndaIngin

Cara Membuat Rumah Tinggal – Syarat dan Langkah

Pembangunan rumah

Bisa diingat ketika kita kecil ?, bermain membangun mainan rumah-rumahan, tanpa mengetahui cara membuat rumah, kita gunakan kayu-kayu kecil dan plastik-plastik bekas dan kertas karton.

Bagi yang lebih mampu mereka menggunakan blok-blok mainan seperti lego dan berimajinasi dalam membuat rumah mainan.Tentu ketika kita ingin membangun rumah nyata, itu berbeda dengan membuat rumah mainan, kita harus tahu paling tidak garis besar bagaimana cara membuat rumah, jika asal-asalan, tentu kenyamanan atau bahkan keamanan bisa mejadi taruhannya.

 

Lalu mengapa kita harus mengetahui cara membangun rumah sendiri?

 

Jika seseorang memiliki kekuatan finansial yang cukup kuat, tentu akan lebih banyak memiliki pilihan, apakah dia ingin langsung membeli rumah yang sudah tersedia di salah satu real estate atau melihat iklan baris online dan membelinya, atau opsi lain membangunnya sendiri. Akan tetapi bagi beberapa orang yang memiliki anggaran/keuangan terbatas, maka keadaan akan lebih sulit dan terbatas dalam pilihan, mungkin salah satu pilihan dia akan berusaha untuk memiliki rumah dengan “bertahap” sesuai dengan keadaan keuangannnya.

 

Jika anda berada dikategori ketiga, dimana keuangan anda sangatlah terbatas dan anda tidak ingin menggunakan jasa KPR bank dikarenakan bunga yang tinggi atau alasan lainnya, maka ada beberapa langkah-langkah atau bisa dikatakan poin-poin yang anda harus ketahui.

 

Dibawah ini penjelasan singkat bagaimana cara membuat rumah dan beberapa persyaratannya, mungkin bisa dikatakan artikel ini tidak mencakup semua aspek dari pembuatan rumah, kita bertujuan agar pembaca memahami bingkai kerja dalam pembuatan rumah, sehingga paling tidak pembaca memiliki wawasan dasar ketika ingin membangun rumah.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu-persatu syarat dan cara membuat rumah.

 

MEMILIKI TANAH/LAHAN

Jika anda sudah memiliki tanah atau lahan, anda bisa lewati bagian ini, dan baca poin selanjutnya yaitu mengenai desain rumah.

Pada topik cara membuat rumah, Tanah adalah kebutuhan utama dalam membangun rumah. Tanpa tanah, sudah pasti kita tidak bisa membangun rumah, tapi tanah dikategorikan sebagai syarat, karena tanpa tanah bangunan tidak mungkin ada.

 

Hal mendasar yang anda harus pikirkan adalah dimana letak tanah itu, apakah tanah itu adalah tanah legal atau ilegal, besar kecilnya tanah yang akan dibangun, apakah area sekitar tanah itu adalah daerah yang memiliki larangan pembangunan rumah, jalur hijau atau apakah rencana tata kota terhadap daerah tersebut, apakah nanti akan di jadikan jalan tol dan lain sebagainya. Apakah fasilitas umum tersedia disekitar tanah kosong itu dan lain sebagainya.

Setelah anda memastikan lokasi yang anda pilih adalah sesuai dengan kebutuhan kemudian, tentu langkah selanjutnya adalah membeli tanah tersebut atau memiliki izin kepemilikan atas tanah tersebut.

Kepemilikan izin tanah itu terbagi kedalam beberapa jenis, yaitu,

  • Sertifikat Hak Milik (SHM)
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
  • Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)
  • Girik
  • Akta Jual Beli (AJB)

Untuk lebih detailnya anda bisa melihat tautan dari situs resmi pemerintah, disini.

 

MEMILIKI DESAIN RUMAH

Desain rumah adalah syarat lainnya didalam topik cara membuat rumah, setelah anda memiliki tanah dengan sertifikat yang jelas atau bisa dikatakan dengan sandaran hukum yang kuat, maka langkah selanjutnya yang anda harus pikirkan adalah desain.

 

Berdasarkan dari ukuran dan bentuk tanah yang anda miliki anda harus membuat desain rumah anda yang biasa disebut “floor plan” atau rencana/desain ruangan atau bisa disebut juga denah lantai di rumah anda.Desain rumah adalah syarat lainnya didalam topik cara membuat rumah, setelah anda memiliki tanah dengan sertifikat yang jelas atau bisa dikatakan dengan sandaran hukum yang kuat, maka langkah selanjutnya yang anda harus pikirkan adalah desain.

 

Berdasarkan dari ukuran dan bentuk tanah yang anda miliki anda harus membuat desain rumah anda yang biasa disebut “floor plan” atau rencana/desain ruangan atau bisa disebut juga denah lantai di rumah anda.

 

APA ITU “FLOOR PLAN” ATAU DENAH RUMAH/LANTAI ?

Illustrasi: Desain/Sketch Rumah

 

Denah lantai atau denah rumah adalah diagram/gambar berukuran dan berskala dari sebuah bangunan, rumah atau ruangan-ruangan yang jika seolah-olah dilihat dari atas maka tampaklah ruangan-ruangan dan kamar-kamar dengan sekat dan pintu yang jelas. Gambar diatas adalah salah satu contoh denah rumah.

 

Denah rumah/lantai mungkin menggambarkan seluruh bangunan dari setiap lantainya, satu lantai gedung, atau satu ruangan tergantung keperluannya. Didalam diagram ini terdapat ukuran-ukuran yang jelas sehingga kita bisa bayangkan keadaan sebenarnya jika gambar ini diperbesar dengan ukuran aslinya. Denah rumah ini bisa saja hanya berupa ruangan kosong, tetapi juga kita bisa tambahkan furnitur atau semua peralatan-peralatan layaknya sebuah rumah sehingga kita bisa merencanakan kira-kira furnitur atau benda hiasan apa saja yang bisa diletakkan dalam suatu ruangan. Ada baiknya semua itu beserta dengan ukurannya yang diperlukan untuk tujuan rencana.

 

Denah lantai sangatlah berguna untuk membantu merancang tata letak furnitur, kabel-kabel listrik, internet, dan banyak lagi. Denah lantai juga merupakan alat yang sangat membantu dan berharga bagi penjual rumah atau agen real estat dan perusahaan leasing/penyewaan ruang perkantoran (Shared Office) dalam membantu menjual atau menyewakan ruang, sudah tentu demikian juga bagi kita/perorangan.

 

Lalu bagaimana jika saya tidak bisa membuat denah rumah?

 

Ada beberapa opsi,

 

Opsi pertama adalah jika anda memiliki anggaran sangat minim untuk desain mungkin anda bisa belajar sendiri dengan membeli buku desain rumah atau aplikasi/software desain rumah. Banyak aplikasi desain rumah yang bisa anda gunakan, tetapi yang harus diperhatikan adalah kebanyakan aplikasi-aplikasi tersebut berbasis bahasa inggris, jadi bagi anda yang kurang faham bahasa inggris mungkin akan sedikit mengalami kesulitan.

 

Seandainya anda tidak ingin menggunakan aplikasi, berarti anda harus menggambar denah rumah itu sendiri karena itu sangat penting, meskipun pekerja yang membangun rumah anda adalah perorangan (kuli bangunan) tetap kita harus memberikan instruksi apa yang harus dibangun dan dimana, ukuran berapa dan sebagainya, nah gambar desain rumah akan mempermudah semua itu.

 

Opsi kedua adalah jika anggaran anda menegah, maksudnya tidak sedikit dan juga besar, sehingga anda berpikir itu cukup untuk menyewa jasa desainer tetapi bukan yang senior atau profesional (karena mereka biasanya jauh lebih mahal). Anda bisa mengunjungi disekitar area anda, Universitas-universitas yang memiliki reputasi atau fakultas arsitektur/desain rumah, mahasiswa tingkat akhir atau biasanya di universitas kita bisa memasang iklan untuk penawaran pekerjaan “ringan” sehingga mereka bisa membantu kita untuk mendesain rumah kita dengan biaya yang tidak memberatkan kita.

 

Opsi ketiga adalah menyewa desainer rumah profesional, ini sepertinya mudah jika kita memiliki uang banyak, tetapi hati-hati kita jangan sembarangan dalam memilih pendesain rumah kita. Jika memungkinkan sebaiknya kita tanya dulu/review jika ada saudara kita yang pernah menggunaka jasa perusahaan tertentu dab bagaimana pendapat mereka. Jika anda mendapatkan perusahaan pendesain rumah dari internet ada baiknya anda melihat ulasan para pengguna jasa mereka, sebaiknya pilih yang memiliki ulasan baik (4 sampai 5 bintang) dan banyak orang yang mengulas pekerjaan mereka, sehingga anda yakin kalau kualitas pekerjaan desainer rumah anda bagus.

 

MENGHITUNG BIAYA BANGUN RUMAH SENDIRI
 

Ilustrasi: Menghitung biaya rumah sendiri

Sekarang kita akan membahas topik yang lumayan rumit, karena menyangkut biaya. Informasi disini adalah bertujuan agar pembaca bisa mengira-ngira berapa biaya yang diperlukan, pada akhirnya besar kemungkinan biaya sebenarnya bisa lebih besar ataupun kecil, dan kita tidak bisa memprediksi itu. Tetapi agar lebih amannya, dalam artian anggaran kita tidak terlalu jauh kurangnya dibanding dengan biaya aktualnya, maka sebaiknya dalam pembuatan anggaran, ketika jumlah total biaya pembuatan rumah sudah terhitung kita tambahkan lagi minimal 25% dari total, ini diperuntukan agar jika ada biaya-biaya tak terduga, bisa ditutupi oleh anggaran cadangan 25% tersebut.

 

Tahap sebelumnya yaitu desain rumah adalah tahap yang sangat penting didalam penentuan pembiayaan rumah. Biaya sangat bergantung dari seberapa rumitnya desain, semakin banyak lantai rumah, sekat, ruangan-ruangan dan desain interior yang rumit berarti semakin banyak bahan material yang digunakan sehingga otomatis semakin besar juga biayanya.

 

Perlu dibuat perhitungan/analisis terinci tentang banyaknya bahan yang dipakai maupun upah tenaga kerja. Supaya lebih mudah dilakukan, setiap jenis pekerjaan perlu dihitung volumenya. Dari situ dibuatlah jumlah harga total bahan dan upah untuk setiap jenis pekerjaan yang bersangkutan.

 

Sebagai contoh pengelompokan dalam perhitungan biaya:

  • Biaya material pondasi dan galian tanah, beserta dengan pekerjaannya.
  • Penggunaan Cerucuk dan perancah
  • Pekerjaan jalan
  • Pekerjaan Kayu
  • Pekerjaan Kuda-kuda
  • Loteng, rangka langit-langit, lantai, dan dinding
  • Kusen, Pintu dan Jendela
  • Pekerjaan Beton bertulang
  • Pelesteran, pengapuran dan pengecatan
  • Pemasangan atap.
  • Dan biaya lain yang sesuai dengan desain rumah.

 

Pada akhirnya semua semua poin diatas harus di total sehingga kita bisa mendapatkan biaya pembangunan rumah secara keseluruhan, ingat biaya diatas juga harus dihitung biaya pekerjanya, berapa yang mengerjakan dan berapa per orangnya dan perjamnya/perharinya.

Daftar diatas adalah, contoh gambaran pengelompokan dalam penghitungan biaya pembuatan rumah.

Tetapi dikarenakan topik ini cukup detil dan panjang, disarankan untuk membeli buku atau mencari referensi lainnya, dalam penghitungan biaya pembuatan rumah berdasarkan metode yang cocok dengan anda.

 

IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB)

Apakah itu izin mendirikan bangunan (IMB) ? Izin mendirikan bangunan adalah perizinan hasil dari sebuah produk hukum yang diberikan oleh pihak yang berwenang kepada pemohon izin untuk melakukan kegiatan pembangunan, pengubahan, pengurangan dan perluasan, perawatan atau pemugaran dan mungkin penghancuran dari sebuah gedung properti sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Dalam memenuhi kebutuhan papan atau tempat tinggal, masyarakat Indonesia harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di daerah tempat mereka berada untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan. Izin tersebut sangat diperlukan untuk memberikan ketenangan dan kepastian hukum atas kelayakan, kenyamanan, keamanan sesuai dengan fungsi bangunan tersebut. Pendirian bangunan gedung diatur untuk mewujudkan bangunan yang fungsionalnya tidak menyalahi aturan serta, seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya. Untuk memperoleh izin mendirikan bangunan masyarakat harus mengajukannya ke instansi terkait dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Undang-Undang, tentu jika kita melanggar undang-undang tersebut kita akan mendapatkan sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Persyaratan mendirikan bangunan cukup panjang dan detail, ada baiknya anda mengunjungi situs resmi pemerintah agar mendapatkan informasi yang “up to date” dengan perundang-undangan yang baru, silahkan klik disini.

 

PROSES PEMBANGUNAN RUMAH

Disini perlu diingat bahwa proses pembangunan rumah bisa berbeda-beda dari satu kontraktor dengan kontraktor lainnya, atau dari tukang dengan tukang lainnya, oleh sebab itu memahami proses pembangunan rumah sangatlah penting bagi pemilik rumah, tentu tidak secara detail, tetapi paling tidak, bingkai kerja pembangunan rumah kita bisa pahami sehingga bisa sekaligus memeriksa jalannya proses pembangunan rumah tersebut.

 

Ada baiknya pemilik rumah memantau proses dan tahap-tahap pembangunan rumah, karena jika keadaan tidak sesuai dengan perencanaan apakah itu tata letak atau masalah struktural, atau di tahap penyelesaian dan lainnya, pemilik bisa melakukan koreksi kepada kontraktor. Anda bisa bayangkan,, ketika rumah sudah selesai dibangun tetapi pemilik baru sadah jika jendela rumah yang harusnya berada dikanan tetapi mereka memasang disebelah kiri ? tentu anda tidak ingin merombak rumah yang sudah jadi, karena akan memerlukan proses penghancurang, perombakan, pembangunan lagi yang cukup memakan waktu, biaya dan tenaga.

 

Banyak proses pengerjaan konstruksi dilakukan oleh tim independen yang dikenal sebagai subkontraktor, dia bisa berupa perusahaan ataupun perorangan. Misalnya, pembingkaian umumnya dilakukan oleh satu subkontraktor yang khusus bergerak dalam proses perangkaan, sedangkan pengatapan ditangani oleh subkontraktor yang lain yang berspesialisasi dalam pembuatan atap. Setiap subkontraktor(perusahaan/perorangan) adalah bisnis independen. Semua subkontraktor dikoordinasikan oleh kontraktor utama yang mengawasi pekerjaan dan bertanggung jawab secara keseluruhan untuk menyelesaikan rumah tepat waktu dan sesuai anggaran. Jika kontraktor anda bisa menangani semua bagian tanpa subkontraktor, ini pun pilihan yang lebih baik.

 

Secara ringkas berikut adalah poin-poin yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan rumah:

  • Penilaian dan persiapan lokasi
  • Pembangunan pondasi rumah, termasuk saluran buangan air kotor.
  • Penguatan Pondasi
  • Pembangunan lembaran dan balok (pembingkaian)
  • Pemasangan tembok bata
  • Bersamaan dengan pemasangan bata dilakukan juga pemasangan jendela dan pintu
  • Pembangunan bagian lempengan atap
  • Pekerjaan perpipaan dan listrik (kasar)
  • Pemlesteran tembok
  • Pengecatan
  • Instalasi dapur dan kamar mandi
  • Pemasangan Karpet dan Lantai
  • Pekerjaan perpipaan dan listrik (penyelesaian)
  • Penyambungan dengan sistem pembuangan air kotor
  • Poin-poin tambahan lainnya berdasarkan desain rumah

 

INSPEKSI DAN PENYELESAIAN (FINISHING)

Ilustrasi: Inspeksi

Ketika bangunan rumah sudah selesai atau hampir selesai, anda akan sangat bahagia dan sepertinya semuanya sudah selesai. Tetapi ingat masih ada beberapa poin yang harus diperhatikan.

 

Garansi

Pada umumnya , kontraktor yang mengerjakan pembangunan rumah akan memberikan syarat dan ketentuan, salah satu diantaranya adalah garansi. Mungkin garansi terhadap bangunan akan berlaku selama 3 atau 6 bulan atau sesuai dengan perjanjian anda , dimulai sejak rumah itu ditempatkan dan penyerahan kunci dilakukan. Jenis garansi tersebut juga harus dijelaskan di kontrak kerja, dimana yang perlu diperhatikan adalah bagian-bagian yang struktural, keamanan. Tetapi secara umum, semua keadaan rumah yang tidak berfungsi sebagaimana seharusnya ataupun rusak, harus termasuk ke dalam perjanjian garansi.

 

Inspeksi

Ada baiknya menggunakan jasa perusahaan atau instansi lain ddidalam anda menginspeksi rumah anda. Seperti kelistrikan anda mungkin melakukan inspeksi akhir oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), dimana ditahap awal pemasangan instalasi kelistrikan(kasar), mungkin penginspeksian oleh instansi terkait juga dilakukan. Atau inspeksi oleh perusahaan yang berada dalam. Mungkin juga jika daerah rumah anda termasuk daerah lembab yang bisa mengundang rayat atau serangga lainnya, anda bisa meminta jasa penaggulangan hama agar ini dicegah sejak awal. Inspeksi rumah secara keseluruhan sangatlah penting, sehingga ketika anda menempatkan rumah baru anda, menjadikannya aman dan nyaman bagi anda dan keluarga.

 

Hal-hal kecil yang mungkin terlewatkan

Periksalah rumah anda dengan detil. Lubang-lubang saluran air, saluran udaha, terminal-terminal listrik dan soket-seoket listrik. Pastikan anda memeriksa dengan detil sehingga jika ada sesuatu perbaikan yang diperlukan, dia masih termasuk ke dalam periode garansi, sehingga anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang banyak dalam perbaikan-perbaikan kecil tersebut.

 

Catatan: Artikel ini telah dimuat di situs Grhavity.com